Saudara yang dirahmati Allah,, saat ini entah kenapa banyak sekali kita melihat orang yang slalu mengerjakan sholat lima waktu, sholat sunah dijalankan, puasa pun dilakukan tanpa pernah ditinggal, namun sayang sungguh disayang mereka masih menyukai rezeki yang masih diragukan kehalalannya/bisa mendekati haram.
Kadang bukan menjadi suatu rahasia umum lagi, mereka menunjukkan kalau mereka senang mendapatkan rezeki yang jelas" syubhat atau haram dilakukan karena itu bukanlah haknya.
Sholat mereka adalah tiang agama, namun menyedihkan kenapa sholat yang mereka lakukan tidak dapat membuat mereka terlindungi dari melakukan hal yang tidak dirdhoi Allah..Naudzubillah smoga kita semua dan keluarga kita tidak termasuk dalam golongan orang tersebut.
Permasalahan halal dan haram sangat penting sebab hal ini juga terkait dengan amal saleh dan ibadah. Di dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muslim dan yang lainnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya, Allah ta'ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan perintah yang disampaikan-Nya kepada para rasul dalam firman-Nya, 'Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh! Sesungguhnya, Aku Maha mengetahui segala perbuatan yang kamu kerjakan.' (Q.S. Al-Mu'minun:51)
Allah pun berfirman (yang artinya), 'Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.' (Q.S. Al-Baqarah:172)
Kemudian, beliau menyebutkan seorang laki-laki kusut seperti debu yang mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdoa, 'Wahai Rabbku, wahai Rabbku ....' Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin permohonan orang tersebut dikabulkan?"
Hadis tersebut menjelaskan bahwa makanan yang dimakan seseorang mempengaruhi diterima dan tidaknya suatu amal saleh. Ibnu Rajab berkata, "Hadis ini menunjukkan bahwa amal tidak diterima dan tidak suci, kecuali dengan memakan makanan yang halal. Adapun memakan makanan yang haram, itu dapat merusak amal dan membuatnya tidak diterima."
Allah juga berfirman (yang artinya), "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu."
Lantas, bagaimana menghadapi syahwat dunia, terkait masa depan dunia?
Pertama, hendaknya kita berusaha menghilangkan penyebab yang membuat kita memperoleh penghasilan yang haram, yaitu dengan cara menumbuhkan rasa takut dan malu kepada Allah. Itu semua ditempuh dengan mempelajari agama Islam serta mengenal Allah dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma' wa shifat-Nya. Dengan kata lain, hendaknya, kita mengenal akidah tauhid yang benar, sehingga rasa takut dan malu kepada Allah pun tumbuh. Selain itu, akan tumbuh pula keyakinan bahwa Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan yang Ia takdirkan.
Kedua, menghilangkan ketamakan dan menumbuhkan sifat qana'ah (bersyukur atas apa pun yang diberikan oleh Allah). Ini pun merupakan buah dari pengetahuan kita terhadap akidah tauhid yang benar. Kita juga mencoba memahamkan diri bahwa Allah ta'ala telah menetapkan rezeki kita, sehingga kita tidak akan mati sebelum nikmat rezeki tersebut sempurna.
Ketiga, mengenal bahaya usaha yang haram dengan belajar hukum-hukum Islam, belajar membedakan hal yang halal dan hal yang haram. Dengan ini semua, kita akan mampu berupaya menghindar dari usaha yang haram karena kita tahu bahwa rezeki kita telah diciptakan oleh Allah, tinggal bagaimana kita mencarinya dengan baik.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Carilah nikmat dunia dengan baik lagi cerdik." (H.R. Al-Bazaar, 9:169; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 898) [3]
Perhatikan pula sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut, "Siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari (makanan) haram maka neraka lebih pantas baginya."
Mudah-mudahan, hal ini membuat kita lebih berhati-hati. Aamin.
"KERJAKANLAH SHOLAT DUHA DAN BERTEBARANLAH KAU DIMUKA BUMI, MENCARI REZEKI YANG HALAL DAN BERKAH BAGI DIRI DAN KELUARGAMU, CARILAH REZEKI YANG TIDAK AKAN MEMBAWA PENYAKIT JASMANI MAUPUN ROHANI"
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar