Translate

Rabu, 29 April 2015

Subhanallah, Ini dia Keutamaan Melaksanakan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut ini 6 keutamaan shalat Dhuha sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih:

1. Diwasiatkan Rasulullah agar dikerjakan setiap hari

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُد
“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), shalat Dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku mewasiatkan tiga hal yang tidak akan kutinggalkan hingga mati yakni berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Al Bukhari)

2. Shalat Dhuha adalah Shalat Awwabin

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

أوصاني خليلي بثلاث لست بتاركهن أن لا أنام إلا على وتر وأن لا أدع ركعتي الضحى فإنها صلاة الأوابين وصيام ثلاثة أيام من كل شهر

“Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)
Awwabin adalah orang-orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha, dengan demikian, berarti menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

3. Shalat Dhuha 2 rakaat senilai 360 sedekah

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

فِى الإِنْسَانِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلاً فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ. قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

4. Shalat Dhuha 4 rakaat membawa kecukupan sepanjang hari

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

5. Shalat Dhuha merupakan ghanimah terbanyak

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar para sahabatnya membicarakan tentang ghanimah (harta rampasan perang), maka beliau menunjukkan amal yang lebih banyak dari pada ghanimah-ghanimah itu

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).
Penjelasan hadits ini mengisyaratkan dengan keutamaan shalat dhuha dan hubungannya dengan rezeki. Bahwa siapa yang mengamalkan shalat dhuha, ia mendapatkan lebih banyak dari harta rampasan perang; baik dalam hal kuantitas harta atau keberkahannya.

6. Pahala shalat Dhuha senilai dengan pahala umrah

Untuk keutamaan keenam ini, penjelasannya bisa dibaca di Shalat Dhuha Berpahala Umrah
Demikian 6 keutamaan Shalat Dhuha, semoga semakin memotivasi kita dalam mengamalkan sunnah Nabi ini, serta menjadikan shalat dhuha sebagai salah satu kebiasaan rutin.
Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : www.akhwatindonesia.com 

Minggu, 19 April 2015

PUASA RAJAB, BID'AH KAH???

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dilemanya puasa rajab banyak yang bilang bid'ah, inilah itulah,, tapi menurut saya pribadi selama niat kita ibadah dan apalagi rajab adalah salah satu bulan haram (yang dimuliakan) semoga manfaatnya bisa berguna bagi kita didunia dan akhirat, aamiin.

Sedikit artikel yang saya kutip dari situs NU.. Smoga bermanfaat..

PUASA BULAN RAJAB
Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad  shalallah ‘alaih wasallam  untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat  bulan haram, ketiganya secara berurutan  adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri,  Rajab.

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan  ini, Al-Qur’an menjelaskan:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Hukum Puasa Rajab

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan  berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam  Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan  muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Hadis Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:

• Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

• "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

• Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana  berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

• "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

• Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."

• Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”. (*)

sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,59-id,51751-lang,id-c,bahtsul+masail-t,Hukum+Puasa+Rajab-.phpx

Jumat, 17 April 2015

Bagaimana Cara Melatih Anak Agar Percaya Diri?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebagai orang tua sudah sepatutnya kita mendidik anak kita dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan pembekalan agama serta akhlak yang baik. Menjadi orang tua muda bukanlah hal yang mudah karena terkadang masih sulit mengendalikan emosi dalam mendidik anak. Sejak kecil orang tua haruslah menanamkan kepercayaan diri kepada anak.

Berikut saya kutip dari salah satu artikel di situs akhwatindonesia.com, semoga berguna...

“Siapa yang berani ke depan mengerjakan soal nomor 3 ?”. Begitulah sekelumit pertanyaan yang saya lontarkan kepada siswa kelas 3 di sebuah sekolah di kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sekolah di mana saya di tempatkan untuk mengabdi selama satu tahun ke depan hingga Januari 2016. Kelas yang awalnya sedikit gaduh berubah hening seketika. Beberapa kali mengajar, ternyata kejadian ini kembali terulang di kelas- kelas lain. Ketika pertanyaan yang sama dilontarkan, responnya pun serupa, tak jauh berbeda. Keadaan berubah menjadi hening, siswa tak berani meskipun hanya untuk sekedar mengangkat tangan apalagi untuk mengerjakan soal ke depan kelas. Bukan karena siswa-siswa tersebut tidak mampu mengerjakan soal melainkan kurang adanya motivasi dan kepercayaan diri untuk tampil ke depan. Beberapa siswa mengerjakan dengan jawaban yang tepat, tapi karena kurangnya percaya diri untuk tampil di depan itulah maka siswa hanya sebatas memendam jawabannya tanpa berani unjuk gigi di depan kelas untuk mengerjakannya.
Belajar dari kasus siswa kelas 3 di atas kita mendapat gambaran bahwa betapa anak-anak usia sekolah dasar masih jauh dari rasa percaya diri. Padahal sejatinya percaya diri merupakan aspek kepribadian yang penting dalam kehidupan, pun bagi anak seusia SD. Berdasarkan kamus Bimbingan dan Konseling, percaya diri merupakan kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, maka akan sering menutup diri. Untuk menumbuhkan percaya diri pada anak memang butuh proses, bukan hal sulit namun juga tak bisa dibilang sebagai hal yang mudah. Proses penumbuhan percaya diri ini semata-mata tidak hanya menjadi tanggung jawab guru akan tetapi didikan orang tua juga punya andil besar. Bagaimana tidak, porsi anak di lingkungan rumah tinggal bersama orang tua lebih banyak daripada porsi anak menghabiskan waktu di sekolah. Otomatis, tingkah laku anak cenderung banyak dipengaruhi oleh didikan tangan halus orang tua daripada gurunya.
Dalam keseharian, percaya diri bisa dimulai dari hal – hal kecil. Di antaranya,
pertama, memberi pujian atas karya anak dengan ungkapan yang menyenangkan, misalnya, “wah, cantik sekali lukisanmu, sungguh pekerjaan yang bagus” dengan ungkapan yang demikian, maka akan menumbuhkan rasa gembira, mampu memunculkan percaya diri karena kemampuan si anak diakui, dan tentunya hal ini akan menambah semangat anak semakin menggelora karena si anak merasa karyana dihargai. Posisi ini bisa berbalik, jika guru atau orang tua pelit memberikan pujian atau bahkan tega mencemooh dengan kata-kata yang kurang mengenakkan telinga, “aduh nak… belepotan sekali ini lukisanmu, tidak jelas apa yang ingin kau lukis”, sama-sama ungkapan tapi memberi dampak yang jelas berbeda. Kata-kata yang berisi ungkapan “meremehkan” ini cenderung membuat anak merasa kecil hati, karyanya merasa tidak dihargai, bisa berdampak mematikan semangat dan kreativitas anak. Kalau sudah begini, darimana kepercayaaan diri akan tumbuh? Yang ada justru surut tekad dan langkah karena karyanya hanya dipandang sebelah mata.
Kedua, mengucapkan terimakasih dengan tulus kepada anak atas bantuan yang sudah diberikan. Mengapa memberikan ucapan terimakasih itu penting? Sama halnya dengan poin pertama mengenai karya, sekecil apa pun bantuan yang telah dilakukan anak, dia akan merasa senang karena apa yang dia kerjakan diakui atau dihargai.
Ketiga, semangatilah anak maupun anak didik untuk ikut serta dalam ajang perlombaan, baik di tingkat kampung, desa, sekolah, kecamatan, kabupaten, dan sebagainya, yang intinya perlombaan itu mampu mendorong potensi anak. Terkadang anak-anak punya bakat atau potensi yang tersembunyi dan hanya dikeluarkan ketika ada target dan semangati. Melalui perlombaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan, anak berkesempatan menunjukkan “kemampuan yang sebenarnya” yang dia miliki selama ini.
Keempat, membiasakan anak untuk tampil di depan umum. Selanjutnya, hal yang bisa dilakukan oleh guru kepada siswa adalah dengan menerapkan papan motivasi atau token prestasi yang dibuat menarik, dan dijalankan secara konsisten, papan ini bisa dipajang di kelas, setelah sebelumnya disepakati aturan, reward dan punishment antara siswa dengan guru. Aturan yang sudah disepakati bersama-sama harus dipatuhi, reward diberikan kepada siswa yang sudah menjalankan aturan dengan baik. Punishment tegas diberlakukan bagi siswa yang melanggar aturan. Token prestasi ini akan semakin memacu semangat apabila dibumbui dengan hadiah kecil bagi anak yang layak mendapatkannya.
Masa anak-anak adalah masa emas untuk menanamkan nilai-nilai. Saatnya membentuk karakter dan kepribadian positif bagi anak, selamat mencoba, semoga tips singkat menumbuhkan percaya diri pada anak ini mampu memberikan manfaat. (dakwatuna)

Keistimewaan Hari Jumat Dibanding Hari Lainnya


masjid
Allah Subhana Wataala berkalam dalam kitab-Nya:”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia [berada] dalam kesukaran/kesusahan” [QS al-Balad [90]:4].
Saking susahnya, tak sedikit orang yang lupa akan perputaran waktu termasuk nama hari. Apalagi untuk memahami makna hari. Saat ini, kita tengah berada dalam hari Jumat. Apa itu Jumat?, Dan apa keistimewaannya dibandingkan dengan hari-hari yang lain?
Jumat adalah hari keenam dalam seminggu atau sepekan. Dalam literatur Arab, Jumat [al-jumuah] juga terkadang digunakan untuk arti minggu [al-usb]. Jumat, yang secara utuh diserap dari kata Arab-Qurani, berasal dari akar kata jamaa-yajmau-jaman, artinya: mengumpulkan, menghimpun, menyatukan, menjumlahkan, dan meng-gabungkan.
Al-Jumah artinya: persatuan, persahabatan, kerukunan [al-ulfah], dan pertemuan [al-ijtima]. Meski secara umum dan keseluruhan semua hari termasuk Jumat dalam seminggu itu bisa dikatakan sama atau tidak ada bedanya; namun hari Jumat bagi kaum umatan muslimatan [kaum Muslimin/Muslimat], dipastikan memiliki keistimewaan tersendiri. Sama halnya dengan keistimewaan Sabtu bagi orang-orang Yahudi, dan Minggu untuk kawan-kawan Nasrani.
Bagi umat Islam, yang masih sempat atau sengaja menyempatkan diri untuk merenungkan makna-makna hari, paling sedikit didasarkan pada alasan utama tentang kebesaran hari Jumat:
Pertama, satu-satunya nama hari yang dijadikan nama surat dalam Al-Quran ialah Jumat, dalam kaitan ini surat al-Jumuah [62] yang terdiri atas: 11 ayat, 180 kata, dan 748 huruf. Di luar Jumat, tak ada hari lain yang dijadikan nama surat dalam Al-Quran. Bahkan pada umumnya disebutkan pun tidak dalam Al-Quran. Kalaupun ada nama hari lain yang disebut dalam Al-Quran, bahkan penyebutannya beberapakali, namun hari tersebut tak dijadikan nama surat. Padahal, pengabadian sesuatu sebagai nama surat dalam Al-Quran, dipastikan menjadi simbol bagi kelebihan se-suatu.
Kedua, berbeda dengan enam hari lainnya yang diposisikan sebagai anggota-anggota hari, Jumat dijuluki se-bagai penghulu atau pemimpin hari. Gelar sayyid al-usb [Pemimpin Minggu] atau saayid al-ayym [penghulu hari], mengisyaratkan hal itu. Paling tidak secara simbolis.
Ketiga, berlainan dengan kewajiban shalat [maktbah] di hari-hari lain yang bisa dilakukan seorang diri [munfarid] sungguhpun tetap diimbau dengan sangat [sunnah muakkadah] untuk dilakukannya secara berjamah [bersama- sama], pelaksanaan shalat Jumah sesuai nama-nya, wajib dilaksanakan secara berjamaah. Bahkan ada di antara imam mazhab fikih yang mematok jumlah minimal jamaah shalat Jumah sebanyak 40 orang dewasa. Pensyariatanpelaksanaan shalat Jumat harus dilakukan secara berjamaah, dipastikan memiliki nilai-nilai positif tersendiri. Paling tidak dalam rangka mempererat tali silaturrahmi, persaudaraan, persatuan dan kesatuan umat Islam.
Keempat, bagi kaum Muslimin, hari Jumat dipastikan memberikan penambah pengetahuan tentang keagamaan, di samping merupakan hari-hari pemupukan persaudaraan keagamaan [ukhuwwah ad-dniyyah] secara internal. Penyampaian khutbah Jumat oleh ahli-ahli ke-Islam-an dan umumnya disampaikan orang-orang yang sejatinya menyandang predikat saleh, akan memberikan peningkat-an kecerdasan bagi umat Islam. Baik itu kecerdasan intelektualdengan kecerdasan spiritual. Paling tidak bagi mereka yang selalu mengikuti jamaah shalat Jumat.
Kelima, banyak riwayat [hadits] yang menyebutkan kelebihan Jumat dibandingkan dengan hari lain, terutama berkenaan dengan berbagai macam dzikir dan amalan-amalan tertentu yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan hal serupa atau bahkan sama tetapi dilakukan di hari lain.
Selain itu, bagi kaum pekerja, hari Jumat memiliki suasana yang berbeda dibanding empat hari kerja lain. Jam kerja terasa pendek karena ada beberapa kegiatan di luar aktivitas kerja. Di pagi hari, sebagian instansi pemerintah atau kantor swasta menggelar senam pagi bersama. Selesai senam, baru saja ganti pakaian dan masuk kerja, sebentar kemudian sudah menjelang shalat Jumat, semua aktivitas dihentikan untuk melaksanakannya.
Suasana yang berbeda di hari Jumat tentu sangat dirasakan kaum muslim. Bagi muslim laki-laki diwajibkan untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah. Karena itu mereka memenuhi masjid-masjid atau tempat melaksanakan shalat Jumat yang lain. Ada siraman rohani, penyejuk iman dari khatib Jumat.
Sebenarnya, tak hanya shalat Jumat saja yang menjadikan Jumat sebagai hari istimewa bagi kaum muslim. Jumat juga menjadi hari besar yang berulang setiap pekannya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw: “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jumat hendaklah mandi terlebih dahulu” [HR. Ibnu Majah].
Perbandingan hari Jumat dengan enam hari lain seperti perbandingan bulan Ramadhan dengan sebelas bulan lain. Karena itu bersedekah di hari Jumat lebih mulia dibanding sedekah di hari-hari yang lain.
Langkah menuju ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat dihitung sebagai pahala. Aus bin Aus At-Thaqafi ra menyebutkan bahwa ia mendengar sendiri Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan, kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. [HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah].
Keistimewaan lain, pada hari Jumat ada suatu waktu jika seseorang memohon dan berdoa kepada Allah, maka niscaya doa dan permohonan itu akan dikabulkan [disebut waktu mustajab]. Bukhari dan Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah: “Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Taala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.”
Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” Mengenai kapan tepatnya waktu mustajab tersebut, para ulama berbeda pendapat. Di antara perbedaan itu ada dua pendapat yang paling kuat. Pertama, waktu yang mustajab itu saat duduknya imam sampai pelaksanaan shalat Jumat. Pendapat ini dikuatkan Imam Nawawi. Sedangkan pendapat yang kedua menyebutkan batas akhir waktu tersebut hingga setelah Ashar. Pendapat yang kedua ini dikuatkan Imam Ibnu Qayyim.
Hari Jumat juga merupakan hari pengampunan dosa. Kaum muslim yang melaksanakan shalat Jumat dan menyimak dan kecerdasan emosional, maupun kecerdasan moral dan dan bahkan kecerdasan sosial. Lebih-lebih lagi khutbah yang disampaikan khatib, akan diampuni dosa-dosanya sampai Jumat berikutnya, asal ia tak melaksanakan dosa besar. Berkenaan dengan ini Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, berminyak atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar [menuju masjid], dan dia tidak memisahkan dua orang [yang sedang duduk berdampingan], kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan [dengan seksama] ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni [dosa-dosanya yang terjadi] antara Jumat tersebut dan Jumat berikutnya.” [HR. Bukhari]. Namun tak benar jika hal ini digunakan sebagai dalih untuk melakukan kesalahan atau dosa selama seminggu ke depan karena sudah diampuni dosanya dengan shalat Jumat. Tak ada dosa kecil jika dilakukan berulang-ulang.
Yang lebih istimewa lagi adalah hari Jumat merupakan Yaumil Mazid, hari saat Allah menampakkan diri kepada kaum mukminin di surga nanti. Allah berfirman: “Mereka di dalam surga memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya” [QS 50:35]. Anas bin Malik mengomentari tambahannya dalam ayat ini: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat”. (mozaik.inilah)

sumber: akhwatindonesia.com

Kamis, 16 April 2015

‘Penderitaan’ Ibu Hamil, Perlu Diketahui Kaum Pria dan Para Anak


hamil
Mengapa Rasulullah meninggikan derajat seorang ibu, 3 kali lipat di atas ayah? Ya, tentu saja karena ibu mengalami setidaknya 3 hal yang tidak mungkin dilakukan seorang ayah, yakni: Hamil, melahirkan, dan menyusui.
Bagi pria atau siapapun yang tidak pernah merasakan kehamilan, rasanya perlu mengetahui bagaimana beratnya mengandung janin hingga 9 bulan, agar mampu menghargai, menyayangi, dan mengasihi istri serta ibu.
Kita tidak akan membicarakan kehamilan yang bermasalah, misalnya ibu hamil yang tidak bisa terkena sinar matahari selama sekian bulan masa kehamilan, atau ibu hamil yang tidak bisa makan apapun karena selalu muntah sehingga perlu diinfus, karena pasti luar biasa kesakitan yang dialaminya.
Kita hanya akan membahas ‘penderitaan’ ibu hamil pada umumnya, yang membuat seorang bumil pantas mendapat kursi prioritas di angkutan umum, tanpa perlu dibantah.
Inilah beberapa hal yang terjadi pada tubuh seorang wanita yang sedang hamil, yang membuatnya perlu mendapat perhatian ekstra dari orang-orang terdekat.
1. Indera penciuman menjadi sangat sensitif
Tak perlu tersinggung ketika seorang wanita hamil trimester awal berkata badan orang lain bau, ruangan kamar bau, masakan bau, bahkan baju siapa pun bau, karena memang indera penciumannya berubah menjadi sangat sensitif.
Apapun yang berbau menusuk bisa menyebabkan wanita hamil pusing luar biasa, mual parah dan muntah-muntah.
Penelitian yang dilakukan Yvonne Bohn, MD, penulis “The Mommy Docs’ Ultimate Guide to Pregnancy and Birth” menemukan bahwa tidak hanya estrogen yang memicu indra penciuman ibu hamil lebih sensitif, tapi juga disebabkan oleh human chorionic gonadotropin atau HCG yang terjadi pada ibu hamil di trimester pertama.
Bayangkan betapa menderitanya seorang ibu hamil ketika harus tetap bekerja dan melewati jalanan dan angkutan yang penuh dengan asap kendaraan, asap rokok, bau keringat orang lain, bahkan debu jalanan, kesemuanya ini bisa menguras isi perutnya.
Bersyukurlah bagi ibu hamil yang bisa beristirahat di rumah selama masa kehamilan, khususnya trimester awal.
2. Sesak Nafas
Sesak nafas merupakan hal yang biasa selama masa kehamilan karena rahim yang tumbuh menjadi besar menyita banyak ruangan sehingga membatasi gerakan diafragma.
Selain itu, perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh ketika hamil juga menyebabkan hal tersebut.
3. Perubahan pada peredaran darah, khususnya di kaki
Perubahan pada peredaran darah selama kehamilan terutama mulai kentara pada kaki. Pembuluh darah akan semakin tertekan seiring dengan kandungan yang semakin membesar, terutama pembuluh darah yang mengalirkan kembali dari kaki.
Tekanan ini memperlambat peredaran darah pada kaki, dan berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang cukup lama membuat hal ini semakin parah.
Peredaran darah yang terganggu menyebabkan kelelahan pada kaki. Tidak mengherankan, banyak wanita hamil yang mengeluhkan ingin dipijat kakinya karena merasa sangat tegang.
Maka, para suami dan anak yang telah mengerti, hendaknya membantu memijat perlahan kaki istri/ibu yang sedang hamil.
4. Nyeri sendi selama hamil
Kepala bayi di dalam rahim terletak tepat di atas tulang panggul yang keras. Posisi ini rentan bagi keselamatan bayi.
Alhamdulillah, tubuh ibu hamil menghasilkan hormon relaksin yang dapat melemaskan tulang rawan yang menyatukan tulang keras. Relaksin mengendurkan simfisis pubis, tulang rawan yang terletak pada tulang kemaluan di depan kandung kemih.
Relaksin diproduksi 10 kali lipat di atas normal selama kehamilan dan mempengaruhi semua sendi di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan beberapa wanita mengalami nyeri sendi selama hamil.
5. Masalah buang air kecil
Pergi ke kamar mandi berkali-kali jelas merupakan bagian kehamilan. Penyebabnya adalah tekanan rahim terhadap kandung kemih, yang membatasi kemampuan kandung kemih untuk diisi air seni.
Tekanan ini terutama terjadi pada trimester pertama ketika rahim tumbuh sepenuhnya di dalam pelvis, dan dalam timester ketiga, ketika rahim cukup besar. Hal ini menyebabkan ibu hamil sering mengalami buang air kecil.
Bayangkan, di usia kehamilan trimester 3, seorang wanita hamil yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk buang air kecil, bisa saja langsung merasa ingin buang air kecil lagi tepat ketika keluar dari pintu kamar mandi. Sebuah kondisi yang tentu saja tidak mengenakkan.
6. Tangan kesemutan
Kehamilan dapat menyebabkan munculnya sindrom carpal tunnel. Sindrom ini ditandai dengan tangan mati rasa atau kesemutan yang disebabkan oleh edema atau pembengkakan cairan di bawah kulit.
Pertambahan cairan akan berkumpul di pergelangan kaki dan pergelangan tangan karena pengaruh gravitasi. Pada pergelangan tangan, pembengkakan ini dapat mengganggu saraf dan menyebabkan rasa kesemutan.
Semoga Allah meridhoi para ibu hamil yang bersabar dan tetap dalam kesabarannya hingga kelahiran sang buah hati.
Baru 6 hal saja yang dipaparkan di artikel ini, namun semoga mampu menginspirasi para anak dan remaja untuk berysukur dan mencintai ibunya, juga memotivasi suami untuk menyayangi istri yang sedang mengandung.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (ummi-online)

sumber : akhwatindonesia.com

Pantaskah kita mengeluh???


mengeluh
Kehidupan manusia di dunia ini harusnya memiliki tujuan akhir. Karena memang tujuan akhir semua manusia hanya 2 yaitu surga atau neraka. Namun itu semua tergantung dari para manusia itu sendiri dalam menjalani kehidupan mereka. Apalagi saat ini zaman sudah semakin tidak baik. Jadi banyak manusia yang sudah tergoda dengan kehidupan dunia tanpa mencari bekal untuk akhirat mereka.
Hidup itu ujian. Bagi yang dikurniai nikmat, ujiannya adalah; apakah mensyukuri atau kufur terhadap limpahan nikmat yang Allah Ta’ala berikan. Bagi mereka yang diuji dengan cobaan, musibah, atau ketidakenakan lainnya, ujiannya berupa; sabarkah atau mengeluh bahkan menyalahkan Allah Ta’ala.
Bagi mereka yang memiliki kecenderungan mengeluhkan semua yang telah Allah Ta’ala berikan, dialog yang Yunus bin Ubaid dan seorang lelaki berikut ini adalah terapi ampuh bagi mereka.
Lelaki yang mendatangi Yunus bin Ubaid adalah sosok yang senantiasa mengadukan kesusahan hidup yang dialaminya. Maka, Yunus menyampaikan tanya kepadanya, “Apakah kamu mau jika penglihatanmu ditukar dengan seratu ribu dirham?”
“Tidak,” tegas lelaki itu.
Selanjutnya, Yunus sampaikan pertanyaan kedua, “Bagaimana jika kedua tanganmu ditukar dengan uang senilai seratus ribu dirham?”
Lelaki itu kokoh dengan jawaban pertamanya, “Tidak.”
“Jika demikian,” lanjut Yunus, “bagaimana kalau yang ditukar kakimu dengan seratus ribu dirham?”
Tak berubah, lelaki itu tetap sampaikan jawab, “Tidak.”
“Aku melihatmu memiliki ratusan ribu dirham,” tanya Yunus bin Ubaid, “tetapi mengapa engkau masih mengeluhkan keadaanmu?”
Sahabat, barang kali lelaki itu adalah kita. Sosok yang mudah mengeluh; sibuk dengan yang tidak ada dan lupa dengan nikmat yang melimpah, sibuk dengan hitungan mata uang dan lalai dengan kesehatan yang telah dan sedang dinikmati.
Bahwa hidup membutuhkan uang itu benar. Tapi, seberapakah nikmat harta dan uang jika kita diuji dengan sakit menahun sehingga tergeletak di sudut kamar rumah sakit; makan susah, tidur tak nyenyak, dan tidak bisa menikmati indahnya dunia ciptaan-Nya?
Padahal, kita dituntut untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur; menikmati setiap detail karunia Allah Ta’ala dengan memanfaatkannya di jalan ibadah. Bahwa sehat adalah mahal dan harus dimanfaatkan dalam rangka menjalankan ibadah serta menjauhi maksiat.
Begitupun dengan harta; seberapa pun jumlahnya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan jihad di jalan-Nya. Jangan sampai harta yang berasal dari Allah Ta’ala itu digunakan untuk ingkar dan menentang ajaran-ajaran-Nya.
Mudahnya, jika anda seorang ayah atau ibu; bersediakah jika uang yang anda berikan kepada sang anak digunakan untuk menghancurkan bahkan menyerang anda sebagai orang tua?
Semoga Allah Ta’ala mengampuni kesalahan dan setiap dosa yang kita lakukan. Aamiin. (kisahikmah)


sumber : akhwatindonesia.com

Memperbaiki Hati Dulu atau Berjilbab Dulu?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pertanyaan ini sering disebut" oleh muslimah yang belum memutuskan untuk berjilbab.. Mari kita dalami, smoga terdapat manfaat dah hidayah bagi kita semua. Aamiin.

Alhamdulilahi Rabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘alaa Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihihi ajma’in, wa ba’du. Antara hati dan perbuatan sebenarnya sama-sama penting, sehingga tidak perlu dipilih mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Lagi pula, sulit untuk menilai urusan hati atau membuat standarisasinya. Kalau alasan belum mau pakai jilbab karena hatinya ingin diberesi dulu, sebenarnya agak mengada-ada. Sebab siapa yang akan menilai bahwa hati seseorang sudah bersih dan baik? Dan bagaimana cara menilainya? Lalu sampai kapankah hatinya sudah bersih dan siap untuk pakai jilbab?
Sebenarnya kewajiban memakai jilbab tidak pernah mensyaratkan seseorang harus bersih dulu hatinya. Kewajiban itu langsung ada begitu seorang wanita muslimah masuk usia akil baligh. Dan satu-satunya tanda bahwa dia sudah wajib memakai jilbab adalah tepat ketika dia mendapat haidh pertama kalinya. Saat itulah dia dianggap oleh Allah SWT sudah waktunya untuk memakai jilbab. Tidak perlu menunggu ini dan itu, karena kewajiban itu sudah langsung dimulai saat itu juga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada anak wanita Abu Bakar ra, Asma’ binti Abu Bakar ra.
Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Asma’, seorang wanita bila telah haidh maka tidak boleh nampak darinya kecuali ini dan ini. Rasulullah SAW memberi isyarat kepada wajah dan tapak tangannya.”
Rasulullah SAW tidak mengatakan bahwa bila sudah bersih hatinya, atau bila sudah baik perilaku atau hal-hal lain, namun secara tegas beliau mengatakan bila sudah mendapat haidh. Artinya bila sudah masuk usia akil baligh, maka wajiblah setiap wanita yang mengaku beragama Islam untuk menutup auratnya. Dan uaratnya itu adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tapak tangan.
Ketentuan ini juga diperkuat dengan firman Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang kewajiban memakai kerudung yang dapat menutupi kepala, rambut, leher dan dada.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya… (QS. An-Nur : 31)
Namun bukan berarti kalau sudah pakai kerudung, boleh berhati jahat atau buruk. Tentu saja seorang wanita muslimah harus berhati baik, berakhlaq baik dan berperilaku yang mencerminkan nilai keimanan dirinya. Tapi semua itu bukan syarat untuk wajib pakai jilbab. Sebab keduanya adalah kewajiban yang tidak saling tergantung satu dengan yang lainnya. Wallahu A’lam Bish-shawab (akhwatmuslimah)

Orangtua perlu Lakukan 18 Hal Ini Agar Anak Cerdas


merawat anaak
Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan kehadiran buah hati atau anak. Setelah mereka sudah diberikan oleh Allah SWT, harusnya mereka bisa menjaga dan menyayanginya dengan baik. Namun pasti setiap orang tua menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Para orang tua harus bisa mendidik dan merawat dengan baik.
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya memiliki tumbuh kembang yang baik. Di masa balita, sel otak berkembang dengan sangat pesat. Anak balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru. Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih balita agar memiliki otak cerdas:
1.Memberikan asi
Sudah banyak penelitian yang secara ilmiah dapat membuktikan bahwa ASI banyak mengandung gizi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi atau kecerdasan otak bayi. Berikan ASI ekslusif pada anak sejak bayi.
2.Mengajak bicara
Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak menjadi tahu, dia merupakan pusat perhatian kita. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
3.Membacakan Cerita
Menurut seorang pakar pendidikan, Dr.Rosmarie Truglio, membaca dapat membuat anak mencintai buku, menambah perbendaharaan dan kemampuannya dalam kosa kata serta mengembangkan keterampilannya dalam berbahasa.
Tidak ada alasan terlalu dini untuk membacakan cerita bagi anak. Sekarang ini sudah banyak buku-buku yang baik dengan warna dan gambar menarik untuk dibacakan pada anak. Bacakan suatu cerita setiap hari. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.
4.Ikut bermain
Ikut terlibat saat buah hati bermain dan mengajarkan cara bermain yang benar dapat mempercepat proses belajar pada anak. Potensi sosialnya semakin berkembang, dapat mengenali kemampuannya, bakatnya, minatnya juga kebutuhan emosionalnya. Demikian menurut Dr. Jean Ashton.
5.Stimulasi kecerdasan dengan mainan edukasi
Pastikan anak memiliki mainan yang tidak asal-asalan. Berikan mereka mainan edukatif apalagi mainan pengasah otak anak seperti puzzle, games Sudoku, catur atau teka-teki silang khusus anak. Selain itu meminta anak menghafal hal-hal sederhana juga bisa mengasah otak anak, beri pujian dan hadiah saat ia berhasil.
6.Menstimulasi kecerdasan dengan  tempelan gambar dan tulisan
Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Atau tempelkan di pintu kamar, di pintu kulkas dan tempat yang mudah terlihat oleh anak. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.
7.Selalu lakukan pengulangan
Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik. Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.
8. Pupuk Rasa Ingin Tahu
Agar anak punya minat dan punya ketertarikan pada ilmu pengetahuan, jelas orang tua harus selalu mengajarkan dan mendidik keterampilan yang baru. Ini dilakukan agar rasa ingin tahu anak selalu terjaga sehingga nanti akan ketahuan minatnya yang paling tinggi dibidang apa.
9.Mengajarkan kegiatan jasmani
Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika orangtua dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak anak. Ajaklah balita berlari-lari, berenang, dan lainnya.
10. Menjaga Kesehatan
Para ilmuwan dari University of Illinois berhasil membuktikan adanya korelasi antara kesehatan dengan prestasi anak di sekolah. Ajari anak untuk berolahraga, menjaga kebersihan dan beri makanan yang sehat dan gizi yang terpenuhi.
11. Hindari Junk Food
Junk Food alias makanan cepat saji dengan kadar gula dan lemak yang tinggi tidak baik bagi intelegensi anak. Berikan anak makanan bergizi tinggi, terutama bagi bayi berusia 2 tahun. Anak harus mengkonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otaknya. Beri anak asupan makanan bergizi dan tidak melupakan sayuran dan buah-buahan.
12. Sarapan Pagi
Jangan pernah lewatkan yang satu ini saat anak akan berangkat ke sekolah.Sejak tahun 1970, sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa seorang anak yang makan atau sarapan di pagi hari memiliki ingatan yang jauh lebih baik daripada mereka yang tidak sarapan pagi.
Selain itu, anak juga lebih mampu untuk berkonsentrasi pada pelajarannya dan juga membuat anak mampu belajar lebih cepat. Pastikan anak  sarapan di pagi hari, meskipun hanya dengan sepotong kue atau minum segelas susu, ini akan sangat membantu anak dalam belajarnya.
13. Penuhi Asupan Asam Lemak Omega-3 Untuk Anak
Asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk otak dan dapat mengaktifkan area otak yang berpotensi mendorong peningkatan daya konsentrasi, memori dan juga aspek kognitif lainnya. Berikan suplemen seperti minyak ikan dan makanan-makanan lain yang mengandung asam lemak omega-3 dan juga DHA.
14. Batasi Menonton TV
Membiarkan anak banyak menonton TV merupakan cara mendidik anak yang salah. Banyak menonton TV membuat anak menjadi malas. Selain itu pengaruh acara TV yang negatif akan meresap pada anak. Beri anak jadwal nonton TV dalam sehari sekitar 2 jam saja, itu menurut para ahli psikologi anak.
15. Kehangatan Keluarga
Penelitian mampu menunjukkan bahwa kondisi emosional yang hangat dan juga stabil sangat penting dalam perkembangan fungsi kognitif dan keterampilan pada anak. Sebaliknya, anak-anak yang tinggal dan tumbuh bersama orang tua yang berkarakter keras memiliki resiko yang lebih besar pada masalah keterampilan anak.
16. Atasi Stres Pada Anak
Stres pada anak bisa mengganggu fungsi otaknya yang berharga. Sebuah penelitian terhadap anak-anak usia dalam 9 sampai 12 tahun di University of Malaga, Spanyol membuktikan bahwa anak yang merasa stres memiliki hasil ujian yang melibatkan kecepatan memori dan juga perhatian yang jauh lebih buruk daripada anak-anak yang tidak mengalami stres. Wajar jika anak cemas akan suatu hal, ajak anak untuk berkomunikasi dan bantu mereka untuk menyelesaikan masalahnya dengan bijak. Ajaklah anak kita mengerjakan sesuatu yang menyenangkan agar dapat terhindar dari stresnya.
17. Mengenal Alam
Beberapa waktu di luar rumah juga mampu meningkatkan fungsi otak anak, terutama sikap perhatian, daya konsentrasi serta kontrol impuls dan memori anak. Alam tampaknya mampu membuat segar otak anak dengan dan juga memberikan kesempatan bagi mental otot untuk beristirahat.
Biarkan anak-anak bermain di alam sedikitnya selama 20 menit dalam sehari. Anak bisa menghabiskan waktunya di alam sambil membaca buku di taman atau mungkin bersepeda di jalanan yang ditumbuhi banyak pepohonan atau mungkin juga bermain sepak bola dengan teman-temannya.
18. Berdo’a
Senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah SWT, agar anak tumbuh menjadi sehat, cerdas dan shaleh. Ajarkan pula anak untuk berdoa sehingga dia akan memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual.
Demikianlah 18 cara mendidik anak agar pintar dan cerdas yang bisa sahabat Ummi terapkan untuk anak balita di rumah. Tentunya, anak yang cerdas dan berakhlak mulia merupakan harapan bagi orang tua. (ummi-online)

sumber : http://www.akhwatindonesia.com/2015/04/orangtua-perlu-lakukan-18-hal-ini-agar-anak-cerdas/

AYAH DURHAKA KEPADA ANAKNYA,,APAKAH ADA???

Seorang ayah dan anak harusnya dapat menjaga hubungan dengan baik. Walaupun memang terkadang banyak ayah yang tidak dapat dengan lancar bertemu karena kesibukan bekerja. Tapi setidaknya bisa diganti dengan komunikasi yang baik antara ayah dan anak. Agar dapat terjalin hubungan yang harmonis didalam keluarga.
Anak adalah amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan baik, dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jangan sampai amanah yang telah Allah Ta’ala berikan itu disia-siakan begitu saja. Kelak Allah Ta’ala akan mempertanyakan bagaimana perlakuan kita terhadap amanah yang telah diberikan-Nya itu.
Jangan sampai kita berasumsi bahwa orang tua berhak memperlakukan anaknya seenak udele dewe. Tidak. Itu asumsi yang salah. Orang tua harus memperhatikan pula hak-hak anaknya. Tidak adil rasanya bila orang tua menginginkan anak yang berbakti, tapi hak anaknya sendiri tak dipenuhi.
Sayyidina ‘Umar bin al-Khaththab radiyallahu ‘anhu pernah menegur seorang ayah yang datang mengadu perihal anaknya yang nakal. Dari laporan sang ayah, anaknya ini sering kali berkata kasar dan memukuli dirinya. Maka, ‘Umar bin al-Khaththab memanggil anak tersebut dan memarahinya.
“Celakalah kamu!” Lanjut ‘Umar, “Tidakkah kamu tahu bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa besar yang dapat mengundang murka Allah?”
“Tunggu dulu, wahai Amirul Mukminin,” anak itu menenangkan, “jangan engkau tergesa-gesa mengadiliku. Jikalau seorang ayah memang memiliki hak terhadap anaknya, bukankah si anak juga punya hak terhadap ayahnya?”
“Ya, benar.” jawab Umar.
“Lantas, apakah hak anak terhadap ayahnya tadi?” lanjut sang anak.
“Ada tiga,” jelas ‘Umar, “pertama, hendaklah ia memilihkan calon ibu yang baik bagi putranya. Kedua, hendaklah ia menamainya dengan nama yang baik. Dan ketiga,” pungkasnya, “hendaklah ia mengajarinya menghafal al-Qur’an.”
Sang anak pun berkata kepada ‘Umar bin al-Khaththab, “Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, ayahku tak pernah melakukan satu pun dari tiga hal tersebut.”
Ia melanjutkan, “Ayahku tidak memilih calon ibu yang baik bagiku. Ibuku hanyalah hamba sahaya yang buruk, berkulit hitam, dan dibeli dari pasar seharga dua dirham.”
“Setelah lahir pun, ayah menamaiku Ju’al*, dan dia tak pernah mengajariku menghafal al-Qur’an walau satu ayat.”
‘Umar pun menghampiri ayah dari anak tadi, kemudian memarahinya, “Engkaulah yang mendurhakainya sewaktu kecil,” lanjut ‘Umar, “pantaslah kalau ia durhaka kepadamu sekarang.”
Begitulah. Seorang ayah pun bisa mendurhakai anaknya bila tak memperhatikan hak-hak sang anak yang mesti dipenuhi. [Mustaqim Aziz]
*Ju’al adalah sejenis kumbang yang selalu bergumul pada kotoran hewan. Bisa juga diartikan sebagai orang yang berkulit hitam dan berparas jelek, atau orang yang emosional (al-Qamus al-Muhith). (kisahikmah)

sumber: http://www.akhwatindonesia.com/2015/04/ayah-yang-durhaka-kepada-anaknya-apakah-ada/
Sebuah pernikahan pasti menjadikan berkah kepada setiap pasangan yang sudah menjalaninya. Banyak dari mereka yang bahagia setelah menikah dan tidak sedikit juga yang malah sedih karena adanya masalah-masalah setelah menikah. Namun seharusnya setiap masalah dalam sebuah pernikahan harus dapat diselesaikan dengan cara baik-baik.
Pernikahan cara paling mujarab untuk memecahkan syahwat, pernikahan satu-satunya cara untuk melestarikan keturunan yang diakui oleh syariat, pernikahan salah satu cara untuk melindungi hati dari maksiat, dan pernikahan salah satu jalan menuju kebahagiaan akhirat. Namun tak sedikit orang yang tidak mau, bahkan takut untuk memasuki gerbang pernikahan dengan alasan yang beragam. Ada yang beranggapan, pernikahan hanya bisa mendatangkan masalah di atas masalah, dan ada juga yang merasa bahwa pernikahan adalah tali yang mengikat, sehingga ruang gerak terasa sempit dan dibatasi.
Setiap syariat yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk umat ini, pasti mempunyai hikmah yang bisa diambil dan juga ujian yang harus diwaspadai. Shalat, zakat, puasa dan haji adalah contoh Syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengandung banyak hikmah, namun tak dapat dipungkiri, di balik semua itu ada ujian atau cobaan yang harus diwaspadai. Jika tidak, maka kita tidak akan pernah mendapatkan apa-apa dari semua itu, demikian juga dengan pernikahan.
Dalam Adab An-Nikah wa Kasr Asy-Syahwah (26-33), Al Ghazali menjelaskan bahwa setidaknya ujian dalam pernikahan ada tiga macam:
Pertama, sulit mendapatkan harta yang halal. Hal ini tidak mudah dihadapi oleh setiap orang, -apalagi saat ini keadaan perekonomian tidak stabil-, sehingga pernikahan pun menjadi salah satu pemicu untuk meraup pundi-pundi rupiah dari perbuatan keji lagi haram. Karena hal inilah, dia dan keluarganya akan binasa.
Orang yang membujang lebih aman dalam menghadapi ujian ini. Sedangkan orang yang berkeluarga, kebanyakan akan terjerumus dalam  keburukan, karena dia selalu memperturuti keinginan istrinya, hingga akhirnya dia akan menjual akhiratnya demi mendapatkan dunia.
Kedua, tidak bisa memenuhi hak istrinya, tidak sabar menghadapi akhlaknya dan tidak sanggup menanggung derita karenanya. Ujian ini lebih mudah dibandingkan ujian yang pertama, karena menghadapinya lebih ringan daripada menghadapi ujian yang pertama.
Memperbaiki akhlak sang istri dan memenuhi kebutuhannya lebih ringan daripada mencari harta yang halal. Namun dalam hal ini juga ada yang perlu diwaspadai, karena sang suami adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungan jawab akan kepemimpinannya. Rasulullah Shallallahu Alaih wa Sallam bersabda, “Cukuplah seseorang berdosa jika dia menyia-nyiakan keluarganya.
Ketiga, istri dan anaknya menyibukkan dia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Keduanya menuntut dia untuk mencari dunia, memperbaiki kehidupan keluarga dengan cara mengumpulkan dan menumpuk harta untuk mereka, serta mencari kemewahan dan kemegahan bersama mereka. Setiap sesuatu yang bisa menjauhkan diri dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik berupa istri, harta dan anak, maka ia akan berdampak negatif terhadap pemiliknya. Wallahu a’lam. (dakwatuna)

sumber : http://www.akhwatindonesia.com/2015/04/seperti-ini-ujian-ujian-dalam-pernikahan/

GOLONGAN PRIA YANG MASUK NERAKA

Assalamu'alaikum Wr. Wb
JIka sebelumnya sudah diposting wanita yang menjadi penghuni neraka, kali ini saya ambil artikel menarik yang semoga bisa menambah ilmu yang bermanfaat untuk kita semua khususnya para lelaki. 

Jika dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, bukan berarti para pria bisa tenang begitu saja. Sungguh ada golongan pria yang harus menderita di neraka karena mengabaikan tanggungjawabnya terhadap wanita.

Mereka adalah pria yang tidak mempedulikan anak-anaknya, atau sebagai suami yang tidak menjaga istrinya, sebagai saudara yang tidak menjaga kehormatan saudainya, dan seorang putra yang orang tuanya sudah tuan, namun tidak menjaga dan merawatnya dengan baik. Berikut ini uraian dari golongan pria yang masuk neraka

1. Ayah Durhaka
Golongan pria pertama yang masuk neraka adalah ayah yang tidak bertanggungjawab terhadap anak-anaknya. Ayah bukan hanya sekedar pasangan dari ibu, ayah bukan sekedar mesin ATM, setelah itu selesai urusan, ayah bukanlah sosok asing di rumah yang bicara seperlunya, atau hanya  diperlukan Ayah merupakan pria yang bertanggungjawab terhadap keluarga, istri dan putra-putrinya. Tidak hanya bertanggungjawab terhadap , tapi juga akhlaknya, pendidikan, dan keberhasilan dunia dan akhirat. Inilah pesan Rasulullah SAW dalam sabdanya

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin, Seorang lelaki adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan Ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dipimpinnya atas mereka.” (HR. Muslim)

Sementara dalam Alquran, Allah juga telah menggariskan tugas setiap orang beriman.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu atas api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai  Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka yang selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (QS.At Tahrim:6)

Ayah merupakan benteng penjaga bagi putra-putrinya dari perbuatan maksiat dan dosa. Jangan sampai seorang ayah kehilangan kepekaan iman, sehingga membiarkan anggota keluarganya larut dalam gelimang maksiat dan dosa. Atau yang lebih parah Ia sendiri yang menjerumuskan istri dan anak-anaknya dalam dosa. Ada ancaman yang sangat berat terhadap ayah yang tidak perduli terhadap agama dan akhlaq putra putrinya.

Seperti ayah yang tidak peduli dengan pakaian anak-anaknya, membiarkan auratnya terbuka dan menjadi pemandangan umum. Atau seorang ayah yang membiarkan anaknya pergi berdua-duaan dengan lelaki lain yang bukan muhrimnya. Para pria seperti ini disebut dayyus, dan dayyus termasuk terancam orang yang tidak masuk surga. Jika surga tidak menerima, tentu neraka lah tempat kembalinya.

Tiga golongan yang Allah haramkan surga atas mereka adalah pecandu khamr, durhaka kepada orang tua dan dayus, yaitu orang yang tidak cemburu ketika bermaksiat orang bermaksiat dengan keluarganya. (HR Ahmad)

Ancaman terhadap ayah yang menjadi dayus sejatinya bertujuan agar mereka menjadi pemimpin yang baik bagi anggota keluarga lainnya. Hari-hari ini, banyak ayah yang merasa tanggungjawab dan pengasuhan anak sepenuhnya ada di Ibu. Ia sudah merasa cukup memenuhi mereka dengan berbagai fasilitas.

2. Suami yang Dzalim
Golongan kedua yang akan menjadi penghuni neraka yaitu suami yang durhaka dan dzalim kepada istrinya. Istri merupakan amanah yang dititipkan walinya kepada seorang pria yang bernama suami. Wali wanita itu tentu mau melepaskan anak, saudara mereka karena mereka yakin suaminya dapat menjaga anak dan saudara mereka dengan baik.

Pesan berbuat baik kepada wanita bukan saja harapan setiap wali, tetapi perintah yang jelas ditegaskan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam kitab dan sunnah.

....Dan bergaullah dengan mereka secara baik, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kepadanya kebaikan yang banyak. (Q.S Annisa:19).

Termasuk dalam hal yang baik yaitu, baik dalam bertutur kata, baik memperlakukannya, tidak bermuka masam ketika bertemu, begitu juga baik dalam nafkah. Bergaul dengan baik, berarti juga kesamaan dan kesetaraan. Artinya suami akan mendapat perlakuan baik dari istri ketika suami memperlakukan istrinya dengan baik. Bahkan suami diminta bersabar, menerima kekurangan dari istrinya. Juga ketika istri, tidak melaksanakan kewajibannya dengan maksimal.

“Janganlah suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti menyukai akhlak lain darinya”(HR Muslim).

Merupakan hak istri untuk mendapatkan nafkah dari suaminya, baik itu pangannya, pakaiannya, tempat tinggalnya dan semua keperluan yang disesuikan dengan kemampuan suami dan status istri. Bahkan dalam hal pangan, hak istri untuk mendapatkan makanan siap santap dari suaminya, demikian juga butuh tempat tinggal. Sebagian ahli fiqih mengatakan, tempat tinggal untuk istri, haruslah khusus untuk istri tersebut tidak boleh bercampur dengan keluarga lainnya. Dan jika istrinya berasal dari kalangan berada yang biasa dilayani dengan pembantu, maka haknya juga untuk mendapatkan pembantu yang disediakan oleh sang suami.

Merupakan sebuah kedzaliman, jika suami memiliki kelapangan ekonomi tetapi kikir terhadap istrinya. Bahkan cenderung mengebiri hak-haknya Sifat kikir amat dicela Allah dan Rasul-Nya. Apalagi jika itu dilakukan terhadap orang yang berhak, seperti istri. Oleh sebab itu, dalam kasus suami yang mampu tapi kikir, Rasulullah SAW memberi keringanan atas istri untuk mengambil harta suami sewajarnya, meski dengan diam-diam. Hal ini tidak dianggap pencurian, karena Ia memiliki hak pada harta suami.

Sungguh pria sejati yang menafkahi keluarga dari keringatnya sendiri, seorang pria sejati tidak memberi beban kepada istrinya untuk mencari nafkah apalagi sampai bergantung kepada pemberian istri, ini mencerminkan tanggungjawab dan kepemimpinan yang lemah.

Tidaklah seorang hamba dibebankan tanggungjawab untuk kemudian dia abai, melainkan dia tidak mencium aroma surga (HR Bukhari).

3. Saudara Laki-Laki yang Tidak Bertanggungjawab
Golongan laki-laki yang tidak masuk surga adalah saudara laki-laki, sebab jika ayahnya telah tiada, tanggungjawab menjaga seorang wanita adalah saudara lelakinya. Termasuk dalam hal ini paman, jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja, sementara adik atau keponakannya dibiarkan jauh dari ajaran Islam, maka tunggulah ancaman neraka di akhirat kelak.

Saudara laki-laki memiliki kewajibann yang melekat terhadap saudara-saudara perempuannya. Mulai dari mendidik, menyayangi, melindungi, dan membela mereka. Jika ayah telah wafat, maka saudara laki-laki berperan sebagai pengganti ayah, wajib memberikan nafkah kepada saudara perempuan yang belum menikah atau yang menjanda jika mereka tidak mampu.

Saudara perempuan wajib mentaati dan menghormati saudara laki-lakinya. Jika janda tersebut memiliki anak, maka anak tersebut yang wajib memberikan nafkahnya adalah ayahnya, jika Ayah telah wafat maka kakek dari ayah atau saudara dari ayah yang wajib memberi nafkah kepada anak-anak janda tersebut.

Saudara laki-laki yang menelantarkan saudara perempuan, maka Ia telah durhaka kepada orangtuanya. Tugas lain dari saudara laki-laki adalah menjaga harta saudara perempuannya, jangan malah mengkhianatinya dengan merampas hartanya. Ia juga tidak boleh menghalang-halangi jika ada orang baik yang melamar saudarinya.

4. Anak Laki-laki yang Tidak Merawat Orangtuanya
Golongan pria keempat yang masuk neraka karena gagal menjalankan tugasnya adalah anak laki-laki.

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lalu bertanya, Wahai Rasulullah siapakah orang yang palign berhak aku pergauli  dengan sebaik-baiknya?”Sabdanya, “Ibumu” Ia lalu bertanya “kemudian siapa ?” Sabdanya “Ibumu” “kemudian siapa lagi?” Sabdanya “Ibumu”, “Kemudian siapa lagi”, Sabdanya “Ayahmu” (HR. Muslim).

Secara khusus, Islam menekankan hak ibu terhadap laki-laki kandungnya, mengapa terhadap anak perempuan kandungnya tidak. Karena setelah anak perempuan menikah Ia lebih berkewajiban mentaati suaminya dibanding Ibunya, sedangkan anak laki-laki meski sudah menikah, tidak mengurangi kewajibannya untuk berbakti kepada orangtuanya. Dan berbakti kepada Ibu lebih di dahulukan dari pada kepada istrinya. Jadi pengabdian anak laki-laki kepada Ibu kandungnya tidak putus, tetapi pengabdian anak perempuan lebih utama kepada suaminya. Oleh Karena itu, anak laki-laki lebih terikat kepada Ibunya dibanding anak perempuan. Laki-laki wajib menafkahi istri dan anaknya, dan juga wajib memperhatikan nasib ibu kandungnya. Jika ibunya tidak mampu, maka kewajiban nafkahnya juga menjadi tanggungjawabnya. Seorang Istri juga harus menyadari bahwa kewajiban suami juga terhadap ibu kandungnya, maka para istri doronglah suami untuk lebih berbakti kepada Ibunya.

Orang-orang yang durhaka kepada Ibu bapaknya, Allah akan menurunkan siksanya di dunia ini. Tidak harus menunggu menanti di alam kuburAtau di akhirat, siksaan itu berbagai macam bentuknya, bisa masalah keluarga yang tidak kunjung selesai, anak-anak yang tidak bisa diarahkan, rezeki yang tidak kunjung datang dan lain sebagainya. Maka penting bagi anak laki-laki untuk memperhatiakan Ibu kandungnya. Itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawabnya jangan sampai tugas ini dilalaikan yang menjadi penyebab Ia terjerumus ke neraka.

7 Cara Setan Mengganggu Manusia Saat Shalat

Setan memiliki ambisi untuk membawa sebanyk-banyaknya manusia bersamanya ke neraka. Strategi yang ditempuh pun bisa berbeda-beda. Untuk pemimpin dan pejabat digunakanlah umpan korupsi dan khianat. Untuk ulama, Dai dan penceramah, dipakai muslihat ujub, bangga diri, sombong serta memanfaatkan keluguan umat untuk mengambil manfaat duniawi. Sementara untuk orang-orang yang rajin beribadah, jangan dikira setan berhenti dan frustasi. Setan masih bisa masuk dengan cara merusak amal ibadah tersebut.

Shalat menjadi incaran setan karena shalat merupaan tiang agama. Shalat merupakan rukun islam yang kedua sekaligus pembuktian Tauhid Lailahaillallah Muhammadurrasulullah. Seorang mukmin yang mengerjakan shalat dengan sempurna akan menjadi momok bagi setan. Sebab shalat merupakan pangkal kebaikan sehiangga akan menjauhkannya dari perbuatan keji dan munkar. Apa saja kah bentuk gangguan setan dalam shalat?

1. Mengganggu Niat
Gangguan setan terhadap orang yang shalat sesungguhnya sudah dimulai ketika Ia berniat shalat. Setan akan membuatnya menunda shalat, sehingga akan luput keutamaan shalat diawal waktu. Bukan hanya itu, setan juga akan mencari celah untuk memalingkan niatnya yang tadinya karena Allah menjadi karena manusia seperti cari perhatian atasan, atau supaya dianggap orang shaleh dan lain sebagainya yang telah tercemar ria.

2. Saat Takbiratul Ihram
Gangguan setan berlanjut ketika seseorang memasuki shalat. Setelah setan merusak niatnya, target selanjutnya adalah merusak takbiratul ihram. Setan membisikan dalam hatinya, sehingga manusia merasa khawatir apakah takbiratul ihram yang dilakukannya itu sudah sah atau belum.

Termasuk tipu daya setan adalah dengan memunculkan perasaan was-was ketika berwudhu, niat, atau saat takbiratul Ihram dalam shalat. Was-was itu membuat manusia tersiksa dan merasa tidak nyaman.

3. Lupa Rakaat dan Bacaan Shalat
Bentuk gangguan lain setan saat shalat adalah menimbulkan pikiran-pikiran lain diluar shalat. Entah barangnya yang hilang atau kegiatannya tadi sebelum shalat. Kadang tidak hanya bacaan yang lupa, tetapi jumlah rakaat yang sedang dikerjakan. Ia tidak tau sedang berada di rakaat berapa dan berapa rakaat lagi yang harus dikerjakan.

Solusi jika seorang mukmin ditimpa gangguan setan seperti ini adalah melakukan sujud sahwi. Sujud shawi adalah sujud ketika seseorang lupa rakaat, lupa rukun dan wajib shalat. Rasulullah SAW bersabda

“Jika salah seorang diantara kalian shalat, setan akan datang kepadanya untuk menggodanya samapi Ia tidak tahu sudah berapa rakaat yang sudah Ia kerjakan. Apabila salah seorang diantara kalian mengalami hal itu, hendaklah Ia sujud dua kali saat Ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam” (HR Bukhori dan Muslim)

Sedangkan gangguan lupa bacaan dan gerakan, maka segeralah membaca ta'awudz, A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīmi dan meludah kekiri tiga kali. Rasulullah bersabda

“Itulah setan yang disebut khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah kekiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Aku pun melalukan hal itu, dan Allah menghilangkan gangguan itu” (HR Muslim)

4. Shalat Terburu-Buru
Shalat yang dilakukan dengan terburu-buru akan kehialangan dari tumakninah atau ketenangan yang merupakan satu dari rukun shalat. Dan hilangnya salah satu rukun, akan membuat shalat yang dilakukan akan sia-sia. Rasulullah pernah mendapatkan orang shalat dalam keadaan seperti ini. Rasul kemudian memerintahkannya untuk mengulangi lagi shalatnya sampai kemudian bacaan dan gerakannya dilakukan dengan sempurna. Shalat yang dilakukan dengan kekhusukkan akan memberikan manfaat yang banyak bagi seorang hamba baik secara jasmani maupun rohani.

5. Melakukan Gerakan Tertentu
Shalat terdiri dari bacaan dan gerakan tertentu. Ketika shalat, seseorang dilarang melakukan gerakan lain, diluar gerakan dan bacaan shalat. Seperti menggerakan tangan, kaki, menoleh kekalan ke kiri atau mendongak ke atas dan menggerakan anggota tubuh lainnya yang bukan termasuk dalam gerakan shalat. Hal ini dapat merusak bahkan membatalkan shalat.

Oleh sebab itu, setan berupaya menggoda dan mengganggu orang yang sedang shalat, sehingga sibuk dengan pakaiannya, sibuk mengamati dinding atau langit-langit ruangan tempat Ia shalat. Terkadang sadar atau tidak, perhatian kita teralihkan dengan menoleh kekiri dan ke kanan, itulah salah satu akibat dari gangguan setan. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik yaitu tempat sujud, sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh setan.

6. Mengantuk dan Menguap
Mengantuk dan menguap juga termasuk dalam gangguan setan terhadap orang yang shalat. Menguap bukanlah gerakan shalat, sehingga selama Shalat seorang sibuk menahan kantuknya dengan menguap. Sebisa mungkin menguap ditahan ketika shalat sebagaimana sabda Rasulullah SAW

“Adapun menguap itu datangnya dari setan, maka hendaklah seseorang mencegahnya selagi bisa. Apabila Ia berkata Ha...berarti setan tertawa dalam mulutnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Selain menguap, bersin juga menjadi pintu masuk setan dalam tubuh kita. Bersin, memang menandakan adanya gangguan kesehatan. Tetapi setan mempergunakannya untuk mengganggu shalat.

7. Merasa Cukup Dengan Ilmu yang Dimiliki
Godaan lain ketika shaat adalah merasa cukup dengan apa yang diketahui, bukan malah belajar dan menambah ilmu demi kesempurnaan shalat. Padahal pengetahuan yang dimiliki masih jauh dari cukup. Ini merupakan salah satu gangguan setan. Mereka tahu, bahwa semakin dalam pengetahuan manusia tentang shalat, maka akan semakin sulit untuk ditakhlukan.

Mencegah gangguan setan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. pertama adalah mengetahui tipu daya setan yang menjerumuskan manusia dalam dosa, yakni menanamkan rasa takut, memanipulasi akal manusia, menjadikan manusia mencintai dunia. Dengan mengetahui tipu daya setan, maka akan membuat kita lebih waspada.

Mempersiapkan diri ketika akan shalat meliputi mengetahui syarat wajib shalat, rukun-rukunnya, dan bacaan, dan gerakan shalat yang benar termasuk di dalamnya wudhu, karena wudhu adalah pintu gerbang menuju shalat. Sah atau tidaknya shalat, bergantung pada sah atau tidaknya wudhu.

Dengan adanya pengetahuan yang benar, maka akan membawa pada amal yang benar.  Semoga informasi ini bermanfaat dan shlalat kita termasuk shalat yang tidak sia-sia. Terimakasih sudah membaca.

Selasa, 07 April 2015

TIPS MENDIDIK ANAK

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

di bulan April ini, di bulan kelahiran saya.. Sampai saat ini masih ada penyesalan di hati saya, karena merasa belum bisa menjadi seorang wanita sholehah. Baik posisi sebagai anak, istri dan seorang ibu. Namun semoga Allah selalu merangkul saya dan menunjukkan jalan yang lurus agar saya bisa istiqomah kelak dalam kesholehahan seorang wanita yang berhak menjadi penghuni surganya Allah yang kekal bersama keluarga, sahabat dan orang yang saya sayangi. Aamiin..

Sampai saat ini hal yang saya sesali ketika anak saya yang berumur 2 tahun, yang lucu, berulah yang saya tidak sukai. Mungkin itu wajar bagi seorang anak kecil seumurnya, namun emosi saya masih belum bisa dikendalikan dengan baik.Saya marah dan berteriak kepadanya disaat anak saya melakukan hal yang tidak saya sukai. Setelah itu saya menyesal, anak selucu dan sepintar itu harus dapat amarah dan teriakan saya. Dengan memohon ampun dan berdoa minta kesabaran dari Allah agar menjadikan saya sebagai pribadi yang sabar dalam segala hal terutama dalam mengendalikan amarah.

Kemudian saya temukan artikel ini di situs www.akhwatindonesia.com
sebagai pelajaran bagi saya bahwa pada dasarnya anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, dan orang tualah yang membentuk pribadinya..

Sekedar berbagi kisah yang saya kutip dari situs tersebut, smoga berguna bagi saya dan para pembaca. aamiin..Berikut kutipannya..

anak laki
"Bagaimana sedih dan galaunya seorang ibu mendapati anaknya bandel, nakal dan sering menjadi trouble maker orang-orang di sekitarnya, bahkan terkesan merusak dan menyakiti orang lain dan diri sendiri, ini salah siapa? Padahal jika dirunut, tiada seorang pun yang lahir di dunia ini kecuali dalam keadaan fitrah, dan mau jadi apapun anak kelak, Yahudi, Nasrani atau Majusi ternyata orangtua-lah yang berperan, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw.
Peran orangtua memang sangat penting dalam membentuk karakter anak selain memilihkan agama yang tentu benar untuknya. Lalu, bisakah? anak yang hiperaktif, sangat bandel atau nakal dan selalu bikin masalah menjadi anak sholeh, lembut hati, cerdas, sopan santun, taat beragama, baik hati, penurut dan penyejuk hati orangtuanya?
Jawabannya, mengapa tidak? Saya mempunyai suatu pengalaman berharga yang bisa saya bagi. Anak lelaki sulung saya, saat Pra sekolah luar biasa bandelnya, sering membuat saya menangis. Setiap bermain, selalu saja teman-temannya berteriak karena ulahnya dan terjadilah insiden. Ada yang dicakar sampai berdarah-darah wajahnya hingga saya harus bolak balik meminta maaf pada ibu anak yang dicakar itu, menggigit orang-orang yang dijumpai, belum lagi menangis sambil teriak-teriak di tempat umum, sampai-sampai mulutnya berdarah saat sujud karena tak sengaja beradu kepala dengan saya, jari kecil adiknya tak sengaja dijepitkan dia di pintu rumah membuat panic se-isi rumah, menaburkan pasir pada es krim yang baru dimakan anak tetangga dan masih banyak lainnya, lalu bagaimana kabar sulungku sekarang?
Alhamdulillah, sekarang ia ada dipesantren kelas 10 alias 1 SMA, ia tumbuh menjadi remaja tampan, sopan santun, rendah hati, rajin mengaji dan beribadah dengan lebih baik (karena di pesantren) suka empati pada sesama, berupaya menolong siapa saja yang membutuhkan, ramah, tebar senyum, berprestasi cerdas pikir dan hati dan sederet ciri anak sholeh melekat padanya. Kebandelannya hilang saat ia mulai bersekolah TK. Mengapa bisa demikian, ini ummi saya bagi Tips sederhananya mengubah anak bandel menjadi anak sholeh:
1.Keteladanan
Orangtua adalah teladan yang utama bagi anak. Jika anak diperintahkan shalat, namun orangtuanya asyik ngobrol dan nonton sinetron, tentu tak akan digubris oleh anak, begitu juga saat mengaji, belajar, juga bersikap. Akan sangat lucu menginginkan anak ramah pada tetangga namun kita judes pada mereka. Ingin anak suka berbagi tapi pada dasarnya kita  pelit, atau ingin mereka empati akan tetapi kita suka antipati.
2.Banyak diskusi dengan anak
Saya pernah ditegur ibu, “Anak masih kecil kok diajak berbicara seperti itu, tentu ia tidak mengerti…” Nah itulah jurus terjitu saya. Anak lelaki ini adalah cerdas, ia akan menerima apa saja perkataan orang lain tanpa harus menoleh. Makanya jika anak diajak diskusi dengan banyak perkataan tentu mau tak mau ia akan duduk dan mendengarkan. Jangan hanya berdiskusi masalah sepele yang itu-itu saja, seiring bertambahnya usia, coba dengan hal yang lebih berat, dan lihat reaksi cara menyelesaikannya.
3.Menasehati dengan kisah-kisah inspiratif
Karena saya penulis kisah, apa yang saya dapat dari kisah-kisah Nabi, orang-orang hebat, kisah orang shaleh selalu saya ceritakan padanya. Bukan hanya sekedar nasehat biasa, dan ini terkadang lebih manjur dari pada nasehat konvensional dengan bahasa perintah.
4.Ajak anak untuk belajar menyelesaikan masalah
Tentu persoalan yang tebang pilih yang cocok untuk seusianya. Saya terkadang malah memperlihatkan tangis saya dihadapannya, agar tahu jika memang saya sakit benar saat ia mungkin menggigit atau tak sengaja melukai saya, atau sedang sedih karena sesuatu hal. Ternyata anak langsung bereaksi terkadang menyentuh tangan atau pundak hanya ingin menenangkan ibunya.
5.Doakan anak disetiap kesempatan yang kita punya
Apa yang lebih didambakan anak selain doa orangtuanya yang akan menerangi langkah mereka dan mempermudah menjadikan anak sholeh yang akhirnya sebagai investasi akherat kita?
Jangan menyerah jika mempunyai anak yang ‘teridentifikasi’ nakal, bandel atau pembuat masalah. Setiap orangtua adalah kekuatan terbesar dalam memotivasi anaknya untuk berubah menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orangtuanya. (ummi-online)"

sumber : www.akhwatindonesia.com