Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Pembaca yang dirahmati Allah, saat ini zamannya emansipasi wanita dimana tidak boleh ada wanita yang menjadi istri/ibu yang hanya bisa bersembunyi diketiak suami. Maksudnya adalah Janganlah ketergantungan dengan suami. Berusahalah dengan
kemampuan yang dipunya, kita sebagai wanita harus punya skill, bakat,
kemampuan. Dan, kita harus punya aset pribadi. Sebisa mungkin punya
harta simpanan yang tidak perlu suami ketahui. Mengapa? Karena kita
tidak selamanya berada di sisi suami. Barangkali, suatu saat nanti jika
suami lebih dulu tiada… Kita harus siap melanjutkan kehidupan denganskill, bakat dan kemampuan yang dipunya untuk bisa menghasilkan
pundi-pundi keuangan. Kita tidak akan kaget dengan kepergian suami yang
mungkin membuat kaki kita jadi ‘pincang’ sebelah. Oleh karenanya,
sedari sekarang.. tetaplah berusaha mencari penghasilan dengan cara
halal. Berpenghasilan tidak harus jadi wanita karir kok. Menjadi fulltime mother bukan berarti leyeh-leyeh aja di rumah lho. Kita bisa mengembangkan skill, bakat dan kemampuan diri meski hanya dari rumah saja.
Kemandirian seseorang terbentuk dari pola pikir yang positif dan
tidak selalu bergantung pada orang lain sekalipun itu suami sendiri.
Selalu siap menghadapi semua tantangan dan siap menerima resiko yang
mungkin timbul dari sebuah pengambilan keputusan. Karena setiap
keputusan tentu mengandung resiko tertentu, tergantung seberapa besar
kita meminimalisir resiko tersebut.
Sebagai seorang istri, kita bisa mengembangankan potensi diri,
mencari peluang yang bisa menghasilkan uang dengan cara yang baik
misalnya saja berjualan online, bekerja part time, membuka warung di
rumah, membuka catering, menjadi penjahit dan peluang lainnya. Kita
harus buktikan bahwa kita bisa merintis masa depan yang gemilang, dan
menata hidup agar menjadi lebih berarti, karena hidup cuma sekali. Betul
khan?
Pasalnya.. Saya telah menemukan beberapa istri yang tidak bekerja, tapi tidak juga sebagai ibu rumah tangga. Why?
Sebab sehari-hari mereka tidak kerja di kantor, tapi tidak juga bebenah
rumah maupun berwirausaha. Lalu mereka ngapain aja? Waktunya dihabiskan
dengan arisan, jalan-jalan ke mall, kumpul di rumah teman dan perkara
lainnya yang kurang bermanfaat jika dilakukan rutinan. Padahal, mereka
itu tidak punya aset, tidak punya investasi.. Karena mereka hanya tahu
terima uang dari suaminya. Tapi sampai kapan mereka akan menerima
kucuran dana begitu? Siapa yang bisa jamin bahwa karir suaminya akan
terus cemerlang dan sukses? Sungguh tidak ada yang bisa menjaminnya.
Maka dari itu, mulailah dari sekarang jangan ketergantungan dengan
suami. Sebisa mungkin berdirilah tegak di kaki sendiri. Sandaran para
istri bukan pada suami melainkan hanya pada Allah. Maka kita hanya perlu
berusaha untuk tetap bertahan hidup dengan kemampuan yang kita punya,
bukan dengan mengandalkan orang lain sekalipun itu suami kita sendiri.
(dakwatuna)
Sumber : http://www.akhwatindonesia.com/2015/05/wahai-ukhti-janganlah-ketergantungan-pada-suami/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar