Assalamu'alaikum Wr Wb
Setelah sekian lama ga nulis di blog ini, hari ini saya mau mengutip sedikit artikel yang suami saya shared ke saya di fesbuk.
Judulnya adalah.... INGIN BERHENTI MARAH PADA ANAK ? bacalah artikel ini
Yuph memang saya akui dan saya sadar sampai sekarang saya belum bisa menjadi wanita sholehah yang bisa sabar khususnya dalam mengendalikan emosi, apalagi dalam menghadapi anak saya yang sudah sangat pintar aksinya di usianya yang 2,5 th.
Dalam hati saya yang paling dalam, hanya sesal yang saya rasakan setelah saya meluapkan emosi saya dengan amarah, bentakan kepada anak atau orang lain ketika saya emosi. Tak mau mengulangi, harusnya saya diam dan bisa mengontrol emosi saya dengan baik dengan tidak meluapkannya kepada anak,suami, mama atau orang lain yang saya kesalkan. Namun sulit sekali rasanya untuk bisa menjadi sabar mengendalikan emosi seperti itu. Setiap hari hanya doa yang saya panjatkan ketika Sholat, ketika dalam perjalanan di motor ke kantor, ketika selesai sholat.. saya hanya berharap Allah kasih rahmat dan hidayah kepada saya dan suami agar kami memiliki sifat sabar yang seluas-luasnya dalam hal apapun dihidup ini. Semoga Allah mengabulkan dosa saya. Berikut artikel yang suami saya shared di facebook ini. Semoga berguna buat saya sendiri dan pembaca.
~~~~~~
KOMUNITAS AYAH EDY
INGIN BERHENTI MARAH PADA ANAK ? bacalah artikel ini
Suatu hari ada seorang ibu yang bersifat pemarah dan sering memarahi anaknya.
Lalu ia betekad untuk mengurangi
marahnya lalu si ibu tadi datang menemui Sang Kakek bijak, setelah
mendengarkan semua cerita si ibu lalu sang kakek bijak memberikan
sekantong paku dan mengatakan pada si ibu itu untuk memakukan sebuah
paku di pagar belakang setiap kali dia marah...
Hari pertama ibu itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah....
Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang....
Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang....
Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar...
Akhirnya tibalah hari dimana ibu tersebut merasa bisa mengendalikan
amarahnya secara penuh dan tidak lagi cepat kehilangan kesabarannya...
Dia memberitahukan hal ini kepada sang Kakek bijak, yang kemudian
mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari penuh dimana
dia tidak marah....
Hari-hari berlalu dan si ibu itu akhirnya memberitahu sang kakek bijak bahwa semua paku telah tercabut olehnya...
"Lalu sang kakek menuntun ibu tersebut ke pagar..……."Hmm....? Kamu
telah berhasil dengan baik anakku...,..tapi, lihatlah lubang-lubang
bekas paku ini, kayu pagar ini ,tidak akan pernah bisa sama seperti
sebelumnya, "
"ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada anakmu.….. "
"Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hati anakmu dan orang lain".
"Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu...
tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf.... Luka itu akan
tetap ada.……"
"Dan tahukah kamu bahwa luka karena kata-kata
adalah sama buruknya dengan luka fisik bahkan lebih sakit lagi karena
terus tersimpan di batin bawah sadar anakmu ...."
Ambilah semenit saja dari waktu kita untuk merenungkan hal ini ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar