Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan kehadiran buah hati
atau anak. Setelah mereka sudah diberikan oleh Allah SWT, harusnya
mereka bisa menjaga dan menyayanginya dengan baik. Namun pasti setiap
orang tua menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Para orang
tua harus bisa mendidik dan merawat dengan baik.
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya memiliki tumbuh kembang
yang baik. Di masa balita, sel otak berkembang dengan sangat pesat. Anak
balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan
informasi baru. Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih
balita agar memiliki otak cerdas:
1.Memberikan asi
Sudah banyak penelitian yang secara ilmiah dapat membuktikan bahwa
ASI banyak mengandung gizi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan
intelegensi atau kecerdasan otak bayi. Berikan ASI ekslusif pada anak
sejak bayi.
2.Mengajak bicara
Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak menjadi tahu,
dia merupakan pusat perhatian kita. Hal ini akan mendukungnya di dalam
perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
3.Membacakan Cerita
Menurut seorang pakar pendidikan, Dr.Rosmarie Truglio, membaca dapat
membuat anak mencintai buku, menambah perbendaharaan dan kemampuannya
dalam kosa kata serta mengembangkan keterampilannya dalam berbahasa.
Tidak ada alasan terlalu dini untuk membacakan cerita bagi anak.
Sekarang ini sudah banyak buku-buku yang baik dengan warna dan gambar
menarik untuk dibacakan pada anak. Bacakan suatu cerita setiap hari.
Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.
4.Ikut bermain
Ikut terlibat saat buah hati bermain dan mengajarkan cara bermain
yang benar dapat mempercepat proses belajar pada anak. Potensi sosialnya
semakin berkembang, dapat mengenali kemampuannya, bakatnya, minatnya
juga kebutuhan emosionalnya. Demikian menurut Dr. Jean Ashton.
5.Stimulasi kecerdasan dengan mainan edukasi
Pastikan anak memiliki mainan yang tidak asal-asalan. Berikan mereka
mainan edukatif apalagi mainan pengasah otak anak seperti puzzle, games
Sudoku, catur atau teka-teki silang khusus anak. Selain itu meminta anak
menghafal hal-hal sederhana juga bisa mengasah otak anak, beri pujian
dan hadiah saat ia berhasil.
6.Menstimulasi kecerdasan dengan tempelan gambar dan tulisan
Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi.
Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang
hingga anak hafal. Atau tempelkan di pintu kamar, di pintu kulkas dan
tempat yang mudah terlihat oleh anak. Dengan cara itu, pelan-pelan anak
akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam
bahasa.
7.Selalu lakukan pengulangan
Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca
satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu
saja. Jangan sebal dan panik. Ini merupakan suatu bagian penting di mana
anak mengenal proses informasi.
8. Pupuk Rasa Ingin Tahu
Agar anak punya minat dan punya ketertarikan pada ilmu pengetahuan,
jelas orang tua harus selalu mengajarkan dan mendidik keterampilan yang
baru. Ini dilakukan agar rasa ingin tahu anak selalu terjaga sehingga
nanti akan ketahuan minatnya yang paling tinggi dibidang apa.
9.Mengajarkan kegiatan jasmani
Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan
akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan
erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun.
Jika orangtua dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga
bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak
anak. Ajaklah balita berlari-lari, berenang, dan lainnya.
10. Menjaga Kesehatan
Para ilmuwan dari University of Illinois berhasil membuktikan adanya
korelasi antara kesehatan dengan prestasi anak di sekolah. Ajari anak
untuk berolahraga, menjaga kebersihan dan beri makanan yang sehat dan
gizi yang terpenuhi.
11. Hindari Junk Food
Junk Food alias makanan cepat saji dengan kadar gula dan lemak yang
tinggi tidak baik bagi intelegensi anak. Berikan anak makanan bergizi
tinggi, terutama bagi bayi berusia 2 tahun. Anak harus mengkonsumsi
sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otaknya. Beri anak asupan
makanan bergizi dan tidak melupakan sayuran dan buah-buahan.
12. Sarapan Pagi
Jangan pernah lewatkan yang satu ini saat anak akan berangkat ke
sekolah.Sejak tahun 1970, sudah banyak penelitian ilmiah yang
membuktikan bahwa seorang anak yang makan atau sarapan di pagi hari
memiliki ingatan yang jauh lebih baik daripada mereka yang tidak sarapan
pagi.
Selain itu, anak juga lebih mampu untuk berkonsentrasi pada
pelajarannya dan juga membuat anak mampu belajar lebih cepat. Pastikan
anak sarapan di pagi hari, meskipun hanya dengan sepotong kue atau
minum segelas susu, ini akan sangat membantu anak dalam belajarnya.
13. Penuhi Asupan Asam Lemak Omega-3 Untuk Anak
Asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk otak dan dapat
mengaktifkan area otak yang berpotensi mendorong peningkatan daya
konsentrasi, memori dan juga aspek kognitif lainnya. Berikan suplemen
seperti minyak ikan dan makanan-makanan lain yang mengandung asam lemak
omega-3 dan juga DHA.
14. Batasi Menonton TV
Membiarkan anak banyak menonton TV merupakan cara mendidik anak yang
salah. Banyak menonton TV membuat anak menjadi malas. Selain itu
pengaruh acara TV yang negatif akan meresap pada anak. Beri anak jadwal
nonton TV dalam sehari sekitar 2 jam saja, itu menurut para ahli
psikologi anak.
15. Kehangatan Keluarga
Penelitian mampu menunjukkan bahwa kondisi emosional yang hangat dan
juga stabil sangat penting dalam perkembangan fungsi kognitif dan
keterampilan pada anak. Sebaliknya, anak-anak yang tinggal dan tumbuh
bersama orang tua yang berkarakter keras memiliki resiko yang lebih
besar pada masalah keterampilan anak.
16. Atasi Stres Pada Anak
Stres pada anak bisa mengganggu fungsi otaknya yang berharga. Sebuah
penelitian terhadap anak-anak usia dalam 9 sampai 12 tahun di University
of Malaga, Spanyol membuktikan bahwa anak yang merasa stres memiliki
hasil ujian yang melibatkan kecepatan memori dan juga perhatian yang
jauh lebih buruk daripada anak-anak yang tidak mengalami stres. Wajar
jika anak cemas akan suatu hal, ajak anak untuk berkomunikasi dan bantu
mereka untuk menyelesaikan masalahnya dengan bijak. Ajaklah anak kita
mengerjakan sesuatu yang menyenangkan agar dapat terhindar dari
stresnya.
17. Mengenal Alam
Beberapa waktu di luar rumah juga mampu meningkatkan fungsi otak
anak, terutama sikap perhatian, daya konsentrasi serta kontrol impuls
dan memori anak. Alam tampaknya mampu membuat segar otak anak dengan dan
juga memberikan kesempatan bagi mental otot untuk beristirahat.
Biarkan anak-anak bermain di alam sedikitnya selama 20 menit dalam
sehari. Anak bisa menghabiskan waktunya di alam sambil membaca buku di
taman atau mungkin bersepeda di jalanan yang ditumbuhi banyak pepohonan
atau mungkin juga bermain sepak bola dengan teman-temannya.
18. Berdo’a
Senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah SWT, agar anak tumbuh
menjadi sehat, cerdas dan shaleh. Ajarkan pula anak untuk berdoa
sehingga dia akan memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual.
Demikianlah 18 cara mendidik anak agar pintar dan cerdas yang bisa
sahabat Ummi terapkan untuk anak balita di rumah. Tentunya, anak yang
cerdas dan berakhlak mulia merupakan harapan bagi orang tua.
(ummi-online)
sumber : http://www.akhwatindonesia.com/2015/04/orangtua-perlu-lakukan-18-hal-ini-agar-anak-cerdas/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar