Assalmu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebagai istri sampai saat ini saya menyadari bahwa saya belum bisa menjadi istri sholehah bagi suami saya. Ego dan emosi yang besar masih menyelimuti saya ketika terjadi perdebatan yang saya tidak sukai. Namun dalam harapan dan angan-angan saya, cita-cita saya menjadi seorang wanita/istri/ dan ibu sholehah buat orang-orang yang saya sayangi. Berkaca pada Nabi Muhammad SAW kehidupan rumah tangganya dengan istri-istrinya sudah pasti menjadi cita-cita bagi kita semua khususnya wanita.
Sebaik-baik contoh pernikahan ideal tentu saja rumah tangga
Rasulullah, salah satunya tentang bagaimana cara beliau membahagiakan
istrinya. Untuk lebih jelas, mari kita simak uraian berikut:
1.Bahagia dalam Taat
Rasulullah saw dan para istrinya adalah manusia yang paling bahagia.
Meski diuji dengan cobaan berlipat ganda, namun Allah menganugerahkan
bonus yang sama sekali tidak diberikan kepada manusia selain mereka. Apa
itu? Bonus itu adalah perasaan ridha untuk melakukan semua perintah
Allah dan menjauhi larangan-Nya. Mereka bahagia karena taat. Sebab taat
mereka mengecap aneka rasa bahagia, dimana rasa bahagianya dapat
menembus batas.
2.Setulus Pujian Perlambang Cinta
Interaksi suami istri adalah hubungan lahir dan bathin, fisik dan
psikis. Ada banyak seni yang harus dipelajari dan dipraktikkan dengan
sempurna agar bahagia bisa dirasakan optimal. Dalam rumah tangga
rasulullah, pujian yang tulus seringkali diungkapkan. Pujian tanpa
tendensi, pengakuan tulus atas jasa yang tidak sedikit. Pengakuan yang
datang dari nurani bukan pencitraan semata.
3.Sederhana Pangkal Bahagia
Saat pondasi pernikahan dipatok karena Allah, disitulah kesederhanaan
akan terasa. Mereka hidup bahagia karena selalu berinteraksi dengan
Allah.
4.Panggilan Cinta
Miliki panggilan sayang untuk pasangan, seperti Rasulullah memanggil Humairah untuk Aisyah.
5.Bermain dan Bercandalah
Kehidupan pernikahan tidak serta merta memutus kesukaan atau hobi
yang kita miliki saat sebelum menikah. Seperti Rasulullah yang mengajak
istrinya balapan lari, sesuai dengan kutipan hadits berikut :
“Maklumilah keadaan wanita yang usianya masih terlalu muda dan senang bermain.” (H.R. Muttafaq Alaih). Dengan bermain dan bercanda interaksi suami istri pun akan menjadi cair.
“Maklumilah keadaan wanita yang usianya masih terlalu muda dan senang bermain.” (H.R. Muttafaq Alaih). Dengan bermain dan bercanda interaksi suami istri pun akan menjadi cair.
6.Sertakan Mertuamu
Rumah tangga Rasulullah sangat rukun dengan mertua, salah satu mertuanya yaitu Abu Bakar yang juga menjadi sahabatnya.
7.Mesra Perlambang Cinta
Kemesraan sepasang suami istri adalah salah satu bahan bakar utama
dalam menggapai bahagia. Kemesraan disini dalam setiap aspek bukan hanya
urusan ranjang, meski begitu aktivitas seksual memang yang utama dalam
sebuah pernikahan, namun seharusnya tidak melupakan unsur lainnya juga.
Mesra yaitu tentang bagaimana memperlakukan pasangan kita dengan patut sesuai dengan keadaan dan kesukaannya.
8.Mekarkan Bunganya
Salah satu ilmu yang harus dikuasai guna menggapai kebahagiaan rumah
tangga adalah seni menumbuhkan. Saat suami istri menikah maka satu sama
lain harus terus tumbuh bersama, dengan cara meningkatkan kualitas diri
yaitu kecerdasan, kecekatan dan keimanan, sehingga pesona dari
masing-masing pihak itulah yang akan menjadi magnet yang dapat membuat
keduanya terus saling terikat, sehingga bunga pernikahan pun terus
mekar. Tanpa adanya proses tumbuh bersama maka percayalah pondasi
pernikahan itu akan mudah layu.
sumber: http://www.akhwatindonesia.com/2015/05/ternyata-begini-cara-rasulullah-membahagiakan-istri/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar