“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan
berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga. (Q.S. al-Baqarah
[2]:25)
Allah yang Maha Perkasa telah berjanji kepada seluruh makhluk-Nya
tentang satu hari yang pasti akan tiba dan tak satu pun dapat
menolaknya. Itulah yaumil qiyamah, hari dimana setiap makhluk
akan menerima. Namun, jauh sebelum itu Allah Swt. pun telah menjanjikan
datangnya satu saat, khususnya untuk jin dan manusia, cepat atau lambat.
Itulah sakaratul maut.
Oleh karena itu, sekiranya amalan yang banyak kita perbuat ketika di dunia adalah amalan shalih, niscaya kendati hanya sebesar dzarrah,
Allah Swt. akan memperhitungkannya dan menyediakan pahala untuknya.
Ingatlah janji Allah Swt, maka Allah pun akan lebih bersungguh-sungguh
lagi memberikan karunia pertolongan untuk kita.
Berikut ini dikutipkan sebagian dari hadits shahih tentang amalan
yang Insya Allah bisa menyelamatkan kita dari dahsyatnya azab kubur,
sebagaimana yang diuraikan oleh syaikh Muhammad Majdi asy-Syahawi, dalam
risalahnya, ahwatul qubur shuwaruha asbabuhan-najatu minha.
Syahawi menuliskan, antara lain, lima hal yang menyebabkan seseorang selamat dari siksa kubur:
Berjuang di Jalan Allah
Yang dimaksud berjuang di jalan Allah adalah selalu mempertahankan
Islam dan wilayah Islam serta membela umat Islam dari serangan
musuh-musuh Islam.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Berjuang dalam satu hari dan satu malam di jalan Allah adalah
lebih baik daripada shaum sebulanpenuh yang pada malamnya melakukan
shalat malam. Jika dia meninggal, maka mengalir amalnya yang dilakukan
dan Allah akan memberikan balasan yang terbaik dan menyelamatkan dari
siksa kubur.” (H.R. Muslim).
“Barang siapa meninggal karena jihad di jalan Allah, maka Allah
Swt. akan mengalirkan rizqinya, menyelamatkannya dari semua prahara
kubur dan dibangkitkan dari kubur dengan selamat dari malapetaka yang
besar.” (H.R. Ibnu Majah).
Mati Syahid
“Seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah,
bagaimanakah orang-orang mukmin itu disiksa di dalam kuburnya,
terkecuali orang yang meninggal syahid? “Cukup kilauan pedang di atas
kepalanya adalah sebagai ujian baginya (di dunia).” Jawab Rasulullah.” (H.R. An-Nasai)
Imam al-Hakim at-Tarmidzi menafsirkan jawaban Nabi di atas sebagai
berikut: Jika terjadi pertempuran antara dua pasukan dan pedang
berkilauan, sementara perjuangan itu (termasuk golongan orang-orang)
munafik, maka mereka akan lari dari medan jihad. Sebab, sifat orang
munafik adalah selalu lari jika melihat kondisi yang demikian.
Sedangkan sikap orang mukmin adalah selalu mengorbankan jiwanya dalam
jihad dan dia hanya pasrah kepada Allah Swt. adapun gelora amarahnya
dalam hati semata-mata karena Allah, untuk memperjuangkan agama-Nya, dan
menegakkan syariat-Nya. Hal ini merupakan bukti nyata tentang kebenaran
hati seorang yang beriman. Dia berlaga di medan perang untuk siap mati
di jalan Allah. Cukuplah hal itu sebagai pengganti ujian dalam kuburnya.
Dalam hadits lain disebutkan, Rasulullah Saw. bersabda: “Orang
yang meninggal syahid di sisi Allah itu mempunyai enam keistimewaan: 1)
diampuni dosanya ketika mulai mgucur darahnya; 2) diperlihatkan tempat
di surga; 3) di selamatkan dari siksa kubur dan prahara hari kiamat yang
sangat dahsyat; 4) diletakkan di atas kepalanya sebuah mahkota dari
mutiara yang lebih baik dari pada dunia dan seisinya; 5) disiapkan 72
istri bidadari; 6) diberi izin untuk memberi syafaat kepada 70 keluarga
dekatnya.” (H.R. Tirmidzi dan Ahmad).
- Meninggal karena Sakit Perut
“Abdullah bin Yasykur berkata, bahwa dia sedang duduk bersama
Sulaiman bin Shard dan Khalid bin Arfadhah ketika orang-orang
menyebutkan adanya seseorang yang meninggal karena sakit perut. Keduanya
sangat ingin untuk melayat jenazahnya dan salah satunya berkata kepada
lainnya, Barangsiapa yang meninggal karena sakit perut, maka dia tidak
disiksa dalam kuburnya?” (H.R. Tirmidzi dan Ahmad)
At-Thayalisi menyebutkan riwayat dalam musnadnya, bahwa salah seorang
dari mereka berdua menjawab pertanyaan kawannya. Benar barang kali
orang yang sakit perut itu tidak disiksa dalam kuburnya adalah karena
Nabi SAW. bersabda, “orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu dawud dan Ahmad).
1. Membaca Surat Al-Mulk
Rasulullah Saw. bersabda: “Sesunguhnya surat yang terdiri dari 30
ayat adalah surat yang memberi syafaat kepada pembacanya. Sehingga
pembacanya itu diampunkan dosanya, yaitu, tabarakalladzii biyadihiln
mulk” (HR. Ahmad, adz Dzahabi, dll.; al-Bani dalam shahih al-Jami).
Abdullah bin Masud berkata, “Seorang yang meninggal, dalam kuburnya
itu akan didatangi oleh dua Malaikat, kemudian keduanya berkata engkau
tidak berhak untuk mendapat siksa kubur. Barangsiapa yang membacanya
pada malam hari maka lebih baik baginya.
2. Meninggal Hari atau Malam Jumat
Rasulullah Saw. bersabda:
“Barangsiapa yang meninggal pada hari atau malam jumat, maka dia
diselamatkan dari siksa kubur, sedangkan pada hari kiamat dia akan
datang dengan membawa stempel orang-orang yang mati syahid.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi). (mozaik.inilah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar